KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Harapan kami, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan, kalimat, maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah insider trading ini.

DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pasar modal adalah sarana investasi atau penanaman modal atau sarana pembiayaan bagi perusahaan perusahaan yang akan menjual sahamnya kepada masyarakat melalui proses go public atau biasanya disebut penawaran umum. Investasi dapat diartikan sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan eksternal oleh perusahaan, yang mana investasi dapat bermanfaat untuk menyalurkan dananya ke berbagai sektor produktif dalam rangka meningkatkan nilai tambah terhadap dana yang dimilikinya.

Pada proses go public atau penawaran umum, perusahaan efek yang menjual sahamnya kepada investor harus memberikan informasi yang akurat sesuai dengan keadaan perusahaan. Pemberian informasi yang dilakukan oleh perusahaan harus didasarkan pada prinsip keterbukaan sehingga dengan adanya keterbukaan informasi inilah kegiatan di pasar modal akan menjadi lebih efisien, dan para investor juga dapat menganalisis dan mendapat keuntungan dalam melakukan penawaran jual atau beli atas suatu efek tersebut. Prinsip keterbukaan adalah persoalan inti dalam pasar modal itu sendiri, sebab prinsip tersebut menjadi landasan pertimbangan bagi para pelaku pasar modal untuk melakukan aktivitas di pasar modal secara rasional. Namun masih banyaknya pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan di dalam praktek pasar modal di Indonesia.

Salah satu bentuk pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan di pasar modal di Indonesia adalah praktek insider trading. Praktek insider trading merupakan salah satu pelanggaran yang sering dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait di dalam sejumlah skandal, yang melibatkan emiten swasta maupun pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Otoritas Jasa Keuangan dalam menjalankan fungsi, tugas, dan kewenangannya dalam mengawasi setiap transaksi jual beli efek yang dilakukan oleh perusahaan diawasi secara adil, transaparan, dan akuntabel, agar tidak terjadinya pelanggaran administrasi atau pelanggaran tindak pidana oleh perusahaan tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan efek melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Undang Undang atau peraturan pelaksana lainnya di bidang pasar modal, seperti insider trading, aliran dana korupsi dan manipulasi informasi terkait dengan efek yang diperjualkannya. Dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan memberikan sanksi berupa sanksi administrasi maupun sanksi pidana terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan berhak memberikan sanksi kepada perusahaan efek yang melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang di bidang pasar modal, salah satunya berupa pencabutan izin oleh Otoritas Jasa Keuangan, atau pengenaan sanksi pidana terhadap pelanggarnya, berdasarkan hal-hal yang dikemukakan dari uraian diatas, maka kami tertarik untuk membahas secara mendalam mengenai INSIDER TRANDING.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalaan, yaitu:
TUJUAN
MANFAAT
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Inside Tranding
Insider tranding atau perdagangan orang dalam ini merupakan salah satu kejahatan di bidang pasar modal, dimana perdagangan ini dilakukan oleh pihak yang tergolong orang dalam (insider) dengan mempergunakan informasi perusahaan yang belum dipublikasikan (non public information). Dimana informasi tersebut merupakan informasi material yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan efek. Dalam beberapa yuridiksi, perdagangan orang dalam bisa dilakukan dan sah menurut hukum, namun intilah ini umumnya merujuk kepada kegiatan ilegal dilingkungan pasar finansial untuk mencari keuntungan yang biasanya dilakukan dengan cara memnafaatkan dari informasi internal, seperti rencana-rencana atau keputusan-keputusan perusahaan yang belum dipublikasikan.

Menurut Prof Dr Jogiyanto Hartono dalam bukunya teori portofolio dan analisis investasi Insider tranding merupakan perdagangan saham yang dilakukan oleh corporate insider. Corporate insider adalah penjabat perusahaan, manajemennya, direksinya atau pemegang saham mayoritasnya yang mempunyai informasi privat. Security Exchange Commision (SEC) mengharuskan insider yang mempunyai kepemilikan lebih besar dari 10% dari saham perusahaan harus melaporkan kegiatan transaksi sekuritasnya ke SEC secara bulanan. Informasi ini dibuplikasikan secara bulanan oleh SEC dalam publikasi “Official Summary of Security Transactions and Holdings”. Official summary ini telah banyak digunakan sebagai basis dan penelitian untuk menguji apakah insider dapat memperoleh abnormal return.

Pendekatan yang umum dilakukan untuk menguji kegiatan insuder trading adalah dengan mebuat portofolio bulanan berdasarkan sekuritas –sekuritas yang diperdagangkan oleh insider tersebut. Saffe (1974) menunjukan bahwa mebeli suatu sekuritas yang banyak dibeli oleh insider dan menjual sekuritas yang banyak dijual oleh insider dapat menghasilkan abnormal return yang tinggi. Hasil ini menunjukan bahwa insider tampaknya mempunyai informasi privat yang belum terefleksi diharga sekuritas.

Finnerty (1976) menggunakan data populasi semua kegiatan transaksi yang dilakukan oleh insider selama bulan Januari 1969 sampai dengan Desember 1772. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 30.000 transaksi oleh insider. Hasil penelitian ini menunjukan adanya abnormal return baik untuk transaksi pembelian atau transaksi penjualan sekuritas.

Givoly dan Palmon (1985) melakukan pengujian dengan mengkorelasikan kegiatan insider dengan informasi yang diumumkan setelahnya untuk mengetahui apakah insider menggunakan informasi tersebut dari perdagangannya. Hasilnya menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara insider trading dengan pengumuman tersebut.

Sedangkan menurut ahli hukum, insider tranding merupakan suatu bentuk transaksi efek yang dilarang. Hal ini disebabkan antara lain oleh :
Insider tranding berbahaya bagi mekanisme pasar fair dan efisien. Hal tersebut akan berlaku pada:
Pembentukan harga yang tidak fair ( informed market theory)
Pembentukan harga tersebut disebabkan kurangnya informasi yang merata yang dimiliki para pelaku bursa, artinya hanya dimiliki oleh orang dalam atau sekolompok orang tertentu yang mempunyai akses terhadap orang dalam.

Perlakuan yang tidak adil antara pelaku pasar (market egalitarism theory atau fair play)
Berbahaya bagi kelangsungan hidup pasar modal. Hilangnya kepercayaan investor terhadap bursa akan menyebabkan perubahan kebijakan investasinya dan akhirnya bursa tidak lagi dianggap sebagai alternatif sumber pembiayaaan yang menguntungkan.

Insider tranding berdampak negatif bagi emiten. Hilangnya kepercayaan investor terhadap emiten merupakan salah satu penyebab hilangnya image positif investor dan apabila hal tersebut terjadi maka sulit bagi emiten merebut kembali simpati masyarakat. Hal tersebut akan berdampak negatif secara luas baik dari aspek ekonomis sumberdaya serta pangsa pasar yang ada.

Kerugian bagi investor. Kerugian tersebut disebabkan karena investor membeli efekpada harga yang mahal dan menjualnya pada harga yang murah, sehingga investor merasa dirugikan dan tidak mendapatkan perlindungan.

Kerahasiaan itu milik perusahaan (business property theory), yang mempunyai arti rahasia perusahaan tidak dapat dipergunakan semaunya sendiri bagi pemegang informasi material., hal ini akan mengakibatkan kerugian secara ekonomis secara luas bagi perusahaan.

Insider trading adalah sebuah istilah teknis yang hanya dikenal dipasar modal, diaman mengacu pada praktek orang dalam melakukan transaksi sekuritas dengan menggunakan informasi ekslusif yang mereka miliki dan belum tersedia bagi investor lain atau masyarakat. Batasan pengertian insider trading pada mulanya hanya mengenal transaksi yang dilakukan oleh orang dalam.
Insider Trasding di Indonesia
Di Indonesia, praktik insider trading dilarang berdasarakan Undang-Undangno. 8 tahun 1995 tentang pasar modal. Berdasarkan Undang-Undang no 8 tahun 1995 telah melarang kejahatan insider trading melalui pasal 95. Pasal 95 menyatakan bahwa orang dalam dari emiten atau perusahaan publik yang mempunyai informasi orang dalam dilarang melakukan pembelian atau penjualan atas efek. Emiten atau perusahaan publik yang dimaksud yaitu perusahaan lain yang melakukan transaksi efek dengan emiten atau perusahaan publik yang bersangkutan. Dalam ketentuan pasal 95 Undang-undang Pasar Modal, sebenarnya dapat diderivasi bebrapa unsur, bahwa insider trading dikatakan terjadi apabila telah memenuhi 3 unsur :
Adanya orang dalam. Unsur orang dalam berarti merujuk kepada subjek hukum pelaku insider trading. Pelaku yang dilarang insider trading terdiri :
Komisaris, direktur, atau pegawai emiten.

Pemegang saham utama emiten.

Orang perorangan yang karena kedudukan atau profesinya (konsultan hukum atau akuntan publik) atau karena hubungan usahanya dengan emiten atau perusahaan publik, memungkinkan orang tersebut memeproleh informasi.

Pihak yang dalam waktu 6 bulan terakhir tidak menjadi pihak-pihak sebagimana dimaksud tersebut diatas.
Dilarangnya pribadi-pribadi tersebut didasari pemikiran bahwa orang dalam tersebut karena kedudukan atau fungsinya, terbuka kemungkinan memperoleh segala informasi yang berkaitan dengan perusahaan. Hal tersebut karena pihak-pihak tersebut sedang memiliki hubungan kerja, sehingga mereka memiliki akses untuk dapat mengetahui kejadian atau hal-hal yang terjadi diperusahaan. Publik sebagai pemegang saham tidaklah mudah untuk memperoleh informasi tersebut, maka yang terjadi adalah ketimpangan informasi yang diketahui publik dibandingkan dengan informasi yang dimiliki oleh orang dalam. Dengan dasar informasi yang dimiliki secara tidak sah, maka pihak orang dalam memiliki dasar dan perhitungan yang lebih matang untuk melakukan perdagangan yang tidak fair terhadap efek-efek yang dimiliki perusahaan bersangkutan tersebut. Karena para orang dalam memiliki segala informasi yang belum diketahui oleh publik. Oleh karena itu, orang dalam demikian harus dikenakan sanksi pelanggaran untuk transaksi demikian. Diaturnya larangan transaksi ini yaitu dalam rangka menciptakan suatu kedaan pasar yang wajar dan efisien, dengan memperhatikan keadilan informasi terhadap seluruh pelaku pasar di pasar modal.

Adanya informasi orang dalam yang bersifat material dan belum dipublikasikan kepada publik. Yang dimaksud dengan informasi material adalah informasi atau fakta yang penting dan relevan mengenai peristiwa, kejadian atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek.

x

Hi!
I'm Darin!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out